WISATA KOTA TUA (1 Day)

Rp / pax
Rp / pax
Rp 400.000 / pax
Rp 300.000 / pax
Rp 270.000 / pax
Rp 250.000 / pax

Checkout Pemesanan

Detail Tour

WISATA KOTA TUA (1 Day)


Berangkat
Tamu Orang
Harga Rp /pax
Total Rp

1. Detail Pemesan

2. Detail Tamu

*Pastikan pengisian nama tamu sama persis dengan identitas yang masih berlaku.
Sama dengan pemesan

3. Metode Pembayaran

Kode Keamanan tidak terbaca? Refresh

Dengan klik "Proses Pemesanan" saya menyatakan data telah sesuai identitas yang masih berlaku. Saya juga telah membaca dan menyetujui Syarat & Ketentuan layanan di website ini.

WISATA KOTA TUA (1 Day)

Sejarah Jakarta dimulai pada abad ke 14 dari sebuah kota pelabuhan kecil, dan sekarang telah menjelma menjadi Kota Metropolitan. Daerah KOTA dulunya adalah pusat dari OLD Batavia (Batavia tempo dulu)

RENCANA PERJALANAN

Museum Nasional:

dibangun pada tahun 1862, adalah museum terbaik di Indonesia dan konon salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. Museum ini memiliki koleksi benda-benda budaya dari berbagai kelompok etnis, seperti kostum, alat musik, rumah contoh, dan benda berbahan perunggu dari masa Hindu-Jawa, serta banyak juga potongan-potongan batu menarik yang ditemukan di Jawa Tengah dan disekitar Candi. Ada juga bahan keramik yang berbentuk unik dari Cina, yang berasal dari Dinasti Han, yang kesemuanya ditemukan di Indonesia. (Senin & Hari Libur ditutup. Mengunjungi Monumen Nasional bisa sebagai gantinya).

Glodok:

merupakan pusat Kota China Jakarta, dan sekarang menjadi tempat pedagang asongan, pusat perdagangan, pusat hiburan dan perbankan. Kunjungi Petak Sembilan Kuil Cina yang didedikasikan untuk Dewi Buddha belas kasih, Kuan Yin. Dibangun sekitar tahun 1650, yaitu pusat awal ibadah untuk Cina Batavia.

Kota Intan Drawbridge:

Pada abad ke-18, daerah Kali Besar adalah lingkungan perumahan yang sangat istimewa di sepanjang kanal besar dari sungai Cliliwung. Di ujung utara dari Kali Besar terdapat sebuah jembatan kecil dari jaman Belanda abad ke-17, yang berakhir di daerah Kota, yang disebut Kota Intan Drawbridge.

Pelabuhan Sunda Kelapa:

500 tahun yang lalu pelabuhan ini adalah jalur penting ke pasar dunia Internasional yaitu pada jaman kerajaan Pajajaran. Sejak itu, pelabuhan ini telah menjadi milik Portugis dan Belanda. Meskipun terlihat tua, Pelabuhan Sunda Kelapa masih menjadi salah satu bagian penting bagi kapal yang berlayar ke seluruh pelosok Indonesia. Terlihat Megah dan cerah, kapal Phinisi masih merupakan sarana penting bagi transportasi barang dari dan ke luar pulau. Ini adalah salah satu pemandangan terbaik di Jakarta.

Fatahillah Museum:

Dibangun pada abad ke-16, museum ini bertempat di Balai Kota Tua Batavia, dan merupakan salah satu bukti dan pengingat yang paling jelas bahwa pemerintahan Hindia Belanda pernah di Indonesia. Ini memberikan informasi sejarah di Jakarta melalui tampilan peta dan barang antik, termasuk perabotan dan porselen. (Senin & Hari Libur ditutup. Mengunjungi Pasar Antik dan Loak di Jalan Surabaya bisa sebagai gantinya).

English :

ITINERARY

National Museum:

The National Museum, built in 1862, is the best museum in Indonesia and is reputedly one of the finest in Southeast Asia. The museum has an enormous collection of cultural objects of the various ethnic groups: costumes, musical instruments, model houses, and numerous fine bronzes from the Hindu-Javanese period, as well as many interesting stone pieces salvaged from Central Java and other temples. There’s also superb display of Chinese ceramics, dating back to the Han dynasty, which was almost entirely amassed in Indonesia.
(Monday & Public Holidays closed. Visit the National Monument instead).

Glodok:

Glodok is the center of Jakarta’s China Town. It is now a banking, hawkers, trading, and entertainment center. Visit the Petak Sembilan Chinese temple dedicated to the Buddhist goddess of mercy, Kuan Yin. Built around 1650, it was on of the earliest center of worship for the Batavian Chinese.

Kota Intan Drawbridge:

In the 18th century, the Kali Besar area was a very stylish residential neighborhood along the great canal of the Cliliwung river. At the north end of the Kali Besar lies a small 17th century Dutch drawbridge, the last in the city, called the Kota Intan Drawbridge.

Sunda Kelapa Harbor:

This 500-year-old harbor area was a vital link to the markets of the outside world for the 15th Century kingdom of Pajajaran. Since then, this port has belonged to the Portuguese and Dutch. Though little remains of bustling old Sunda Kelapa except the name, the harbor is still one of the most important calls for sailing vessels from all over Indonesia. The magnificent and brightly painted Makassar schooner called Phinisi are still an important means of transporting goods to and from the outer islands. This is one of the finest sights in Jakarta.

Fatahillah Museum:

Built in the 16th century, the museum is housed in the old town hall of Batavia, which is probably one of the most solid reminders of Dutch rule to be found in Indonesia. It provides the historic background of Jakarta through a display of maps and antiquities, including furniture and porcelains. (Monday & Public Holidays closed. Visit the antique and flea market in Jalan Surabaya instead).

 

Harga Sudah termasuk :
Penjemputan di hotel area jakarta, Tour Guide, Transportasi dgn AC, Air Mineral

Harga diluar : Pengeluaran Pribadi

8D/7N Explore Madrid - Zaragoza ...

3. EUROPE - Explore From Madrid
8D7N
Rp 11.400.000 / pax

4D/3N Favourite Bangkok Pattaya ...

2. ASIA -Thailand
4D3N
Rp 1.650.000 / pax

BELITUNG HONEYMOON 3D2N

1. INA - Bangka Belitung
3D2N
*Mulai Rp 3.350.000 / pax

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.